Ramalan Permintaan (DEMAND FORECASTING ) (SIT)

Resume 5

 

Ramalan Permintaan (DEMAND FORECASTING )

 

 

Untuk mengetahui kesempatan-kesempatan (opportunities) yang terbuka bagi perusahaan, serta apa yang harus dilakukan oleh perusahaan di masa datang, maka perusahaan perlu mengetahui keadaan di masa depan, khususnya permintaan atau kebutuhan.

•Dengan adanya gambaran tentang keadaan permintaan atau kebutuhan di masa depan, maka perusahaan dapat menyusun rencana-rencana kegiatan yang harus dilakukan dengan lebih baik dan menghindarkan dari kegiatan yang dapat menimbulkan kerugian atau kekeliruan di masa depan

 

Ramalan permintaan untuk menentukan, antara lain:

•Berapa banyak dari tiap barang yang diproduksi perusahaan yang harus diangkut ke berbagai pasar

•Untuk mengetahui dimana asalnya permintaan, sehingga dapat menempatkan dan menyimpan produk dengan jumlah yang tepat disetiap area pasar.

 

Beberapa sumber data yang dapat digunakan dalam melakukan peramalan permintaan, antara lain adalah:

•Pendapat pelanggan

•Catatan dan pendapat distributor

•Catatan penjualan dari perusahaan sendiri

 

Masa depan dapat diramalkan dengan memperhatikan beberapa kondisi, a. l.:

•Adanya perubahan antara sekarang dengan yang akan datang.

•Adanya kondisi ketidakpastian (uncertainty).

•Adanya kondisi resiko (risk).

•Adanya kondisi kepastian (certainty).

 

Faktor-faktor dalam peramalan yang perlu untuk diperhatikan adalah :

•Arah pertumbuhan atau perkembangan

•Pengaruh musiman (seasonal effect)

 

 

Manajemen Persediaan (INVENTORY MANAGEMENT)

 

Persediaan :

•Merupakan sejumlah bahan-bahan, bagian-bagian yang disediakan dan bahan-bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk dilakukan proses produksi, serta barang-barang jadi (produk jadi) yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari pelanggan setiap waktu

 

Kegunaan persediaan :

•Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya barang atau bahan-bahan yang dibutuhkan perusahaan.

•Menghilangkan resiko dari materi yang dipesan berkualitas tidak baik (rusak) sehingga harus dikembalikan.

•Untuk mengantisipasi bahan-bahan yang dihasilkan secara musiman sehingga dapat digunakan bila bahan itu tidak ada dalam pasaran.

•Mempertahankan stabilitas operasi perusahaan atau menjamin kelancaran arus produksi.

•Memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan sebaik-baiknya.

 

Jenis-jenis persediaan menurut fungsinya, adalah :

Batch stock / Lot Size Inventory

 

Persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan saat itu.

Fluctuation Stock

Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan.

Anticipation Stock

Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang dapat diramalkan.

Jenis-jenis persediaan menurut jenis barang, adalah :

•Persediaan bahan baku (raw material).

•Persediaan komponen-komponen rakitan yang diperoleh dari perusahaan lain.

•Persediaan bahan pembantu / penolong (supplies)

•Persediaan barang setengah jadi atau barang dalam proses (work in process)

•Persediaan barang jadi (finished good)

 

Perhitungan total cost dari persediaan secara keseluruhan dipengaruhi oleh faktor-faktor pembentuk biaya dari persediaan seperti :

Holding cost (carrying cost), adalah biaya yang timbul karena perusahaan menyimpan persediaan

Ordering cost (set-up cost), adalah biaya yang berhubungan dengan pemesanan dan pengadaan bahan.

Stock-out cost, adalah biaya yang timbul akibat perusahaan kehabisan persediaan.

 

Fungsi-fungsi persediaan adalah :

•Fungsi Decoupling

Adalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa tergantung pada supplier.

•Fungsi Economic Lot Sizing

 

Perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar karena mempertimbangkan penghematan-penghematan yang mungkin muncul

 

Fungsi Antisipasi

Apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasarkan pengalaman atau data-data masa lalu (permintaan musiman), maka perusahan dapat mengadakan persediaan musiman.

Selain itu, perusahaan juga sering menghadapi ketidakpastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang-barang selama periode tertentu, sehingga perusahaan memerlukan persediaan ekstra yang disebut dengan persediaan pengaman (safety stock).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s